Jumat, 19 November 2010

KUPU - KUPU & ULAR

Bissmillahirohman nirohim...

Sebutir telur kupu-kupu menempel pada selembar daun. Esok hari, butir itu telah menetas menjadi seekor ulat mungil. Ia bergerak-gerak, belajar merangkak dan mulailah menjelajah, memanjati ranting-ranting hingga menemukan ujung batamg yang berdaun muda. Ulat kecil berpesta, memakan dedaunan muda hingga berlobang-lobang. 

Beberapa hari kemudian ulat telah menjadi besar berbulu menyeramkan, bersama teman-temannya melahap hampir semua daun dan pucuk-pucuk ranting.

Pemilik kebun terkejut melihat tanamannya hampir mati. Ia geram dan mulailah menyemprotkan pestisida menyebar ke seluruh kebun. Satu persatu ulat berjatuhan, mati.

Pada sebatang pohon di sudut kebun, seekor ulat berhasil menyelamatkan diri. Ia berlindung di balik daun yang nyaman. Ia terdiam, sambil membungkus dirinya dengan serat-serat lembut. Ia melakukan sebuah proses!

Beberapa hari, ulat telah berubah wujud menjadi seekor kupu-kupu yang anggun. Ia berterbangan mencari bunga-bunga, menikmati nectar dan menolong bunga-bunga itu untuk melakukan penyerbukan. Ia menambah pesona taman dan membuat anak-anak berlari-lari kegirangan.

Di sebuah lubang tanah di belakang rumah, sebutir telur ular menetas. Menyembullah seekor ular mungil hitam bergaris-garis. Ular mungil ini mulai melata, menyusup di antara rerumputan mencari sesuatu yang dapat mengisi perutnya. Hup! Seekor serangga tertangkap dan ditelannya.

Beberapa hari kemudian, seekor serangga tak cukup mengganjal perutnya, ia butuh anak katak atau ikan di kolam. Sebelumnya seekor ikan berhasil ditangkap, pemilik kolam memergokinya, Ia menjerit ketakutan dan memanggil tetangga untuk membunuh si ular. Untung bagi ular karena berhasil menyusup ke dalam liang.

Beberapa minggu kemudian, ular telah beranjak besar. Ia harus mengubah identitas menjadi ular dewasa. Untuk itu ia juga harus melakukan sebuah proses. Ia menenangkan diri, berhari-hari di balik sebongkah batu. Seminggu kemudian, kulit lama yang bergaris itu mengelupas, berganti kulit baru hitam mengkilat. Si Ular telah berubah menjadi seekor Kobra sejati yang ganas. Ia mulai merayap mengendus-endus, menjulur-julurkan lidahnya. Memakan anak ayam, katak, ikan dan sebagainya.

Anak-anak tak ada yang berani bermain di kebun karena bahaya kobra sewaktu-waktu muncul.

********************************************
Saudara, ulat dan ular sama-sama berproses untuk merubah status. Tetapi sifat yang muncul pasca proses sangat berlawanan antara keduanya. Ulat menjadi kupu-kupu yang indah, bermanfaat dan menyenangkan. Tetapi ular setelah proses justru menjadi binatang yang menakutkan, berbahaya dan semua orang ingin membunuhnya.

Saat manusia beranjak dewasa, manusia juga akan mengubah status. Menahan gejolak, memperbanyak ibadah, bekerja keras. memantapkan azam, lalu mengambil keputusan besar dan menghadapi segala aral rintangan menuju pelaminan adalah proses mengubah status diri. Perubahan apakah yang mungkin terjadi dengan status baru itu?

Bersiap-siaplah semoga menjadi Kupu-kupu.